
Polisi akhirnya telah mengungkapkan alasan dari keluarga selebgram yang bernama Lula Lahfah dan menolak untuk autopsi.
Keputusan itu juga telah diambil setelah adanya pemeriksaan secara medis dan juga memastikan bahwa tidak juga
ditemukan dalam tanda-tanda seperti kekerasan maupun juga penganiayaan pada tubuh dari almarhumah.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol bernama Budi Hermanto sendiri juga menjelaskan, hasil dari pemeriksaan dokter
yang juga telah dimintai keterangan dalam penyidikan dari Polres Metro Jakarta Selatan ini juga sebenarnya telah
menjadi dasar dalam keputusan dari pihak keluarga. Dari adanya pemeriksaan tersebut, juga sama sekali tidak juga
ditemukan seperti luka kekerasan ataupun indikasi seperti penganiayaan kepada jenazah.
Sehingga dari pihak keluarga sendiri juga memutuskan mereka juga menerima dan sama sekali tidak ingin dalam melakukan
pembedahan mayat ataupun juga lebih kita kenal dengan yang namanya autopsi,” ucap dia kepada para wartawan, hari Rabu 28-1-26.
Dia juga menegaskan bahwa dalam penyelidikan dalam kasus ini sendiri juga sebenarnya masih terus ditangani oleh Polres Metro Jakarta Selatan.
Totalnya, sudah 10 orang yang juga sudah dimintai dalam keterangan sebagai untuk menjadi saksi yang juga mencakup
dari orang yang pertama yang juga telah menemukan dari korban, asisten yang juga dari rumah tangga, sopir,
hingga juga dua dari teknisi yang ada di apartemen. Kekasih dari almarhumah dan juga personal asisten
itu juga sudah sempat untuk dipanggil untuk bisa dimintai keterangan.
Menurutnya, jumlah dari para saksi ini juga dipastikan masih akan terus bertambah. Pihak dari kepolisian sendiri juga
berencana dalam memeriksa beberapa teman dekat dari korban yang juga belum sempat untuk hadir.
Pastinya ada. Nantinya juga akan bertambah seperti dari teman yang juga bersangkutan saudari V ini juga kan masih belum bisa hadir,
kita nantinya akan juga dalam memeriksa itu, termasuk dari orang yang juga telah datang setelah hari kejadian,” kata dia.
Dia juga menegaskan, dalam pemeriksaan ini juga nantinya akan dilakukan untuk bisa melihat dan juga rangkaian pada peristiwa
tersebut secara runtut, mulai dari sebelum hingga setelah dari pihak korban telah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.
Tidak ada juga maksud lain kita hanya ingin melihat secara runtun,” kata dia.
Dalam waktu penyelidian, penyelidikan ini sendiri juga terus mengandalkan dari rekaman CCTV yang juga
sudah dihimpun sebagai dari bagian secara analisis secara ilmiah dalam perkara.
Kami juga nantinya pada saat akan konferensi pers setelah dari semuanya itu terkumpulkan kami juga nantinya akan terus dalam
sampaikan termasuk dari Science Crime yang juga kedatangan dalam kegiatan yang juga telah didukung dari CCTV yang juga ada,
yang juga sudah sempat kami rangkum,” terang dia.
Lula Lahfah ini sendiri juga telah ditemukan meninggal dunia pada sebuah apartemen, Jakarta Selatan pada hari Jumat 23-1-26.
Peristiwa tersebut juga sebenarnya hanya pertama kali telah diketahui setelahnya ada orang terdekatnya itu mendapati
bahwa Lula ini dalam kondisi yang juga tidak dalam keadaan sadarkan diri.
Mengetahui dari hal itu juga, pihak dari keluarga dan juga pengelola akhirnya segera untuk menghubungi kepolisian.
Petugas yang juga berasal dari Polres Metro Jakarta Selatan saat ini kemudian juga nantinya akan mendatangi
lokasi untuk bisa dan juga melakukan dalam pemeriksaan dari awal dan juga olah dari tempat kejadian pertama (TKP).
Polres dari Metro Jakarta Selatan ini sendiri sebenarnya telah menemukan obat dan juga surat rawat jalan yang ada pada lantai 25
apartemen Tuna55 yang juga telah ditempati oleh Lula Lahfah pada Jalan Dharmawangsa, Cipete Utara, Kebayoran Baru,
pada hari Jumat 23-1 malam hari pada pukul 18.44 WIB.