
Rute TransJakarta, Bus TransJakarta pada saat ini juga telah dalam melakukan penyesuaian secara dalam operasional
yang ada pada imbas banjir yang juga telah melanda pada beberapa titik yang ada pada rute Jakarta.
Sehubungan dengan adanya cuaca yang sangatlah ekstrem dan juga beberap banjir yang ada pada beberapa titik,
kami juga saat ini telah melakukan penyesuaian secara operasional, ​rute yang juga saat ini telah terdampak seperti
genangan itu nantinya akan berhenti dalam beroperasi ataupun juga belum bisa dalam beroperasi,
kata dari Kepala Departemen Humas Transjakartaya.
Ayu juga sempat membeberkan dalam perpendekan dalam rute yang juga terdiri dari pada Koridor 10:
(Tanjung Priok – PGC ke arah Cempaka Putih), Koridor 5: (Kampung Melayu hingga Jembatan Merah),
Koridor 9: Karena juga adanya genangan yang ada pada Kali Grogol & juga Jembatan Tiga. Selanjutnya itu juga ada nya Non-BRT/Rusun 2H.
Kemudian juga dalam pengalihan dalam rute Mikrotrans: JAK.37, JAK.40,JAK.71, JAK.100, JAK.102, JAK.30, JAK.56, JAK.08,
JAK.58, JAK.09, Non-BRT/Rusun: 5M, ucapnya.
Transjakarta saat ini sendiri itu juga juga sudah mengimbau kepada semua para pelanggannya tersebut agar bisa juga dalam menyesuaikan kembali
kepada mereka pada jadwal dan juga dalam rute perjalanan dan juga nantinya itu tetap mendapatkan ​pantauan dalam
kondisi dari layanan terkini dengan adanya pembaruan seketika secara (real-time) melalui dari aplikasi TJ: Transjakarta
ataupun juga akun media sosial yang juga resmi di gunakan oleh Transjakarta.
Kami juga pada nantinya itu akan terus dalam memperbarui sebuah informasi yang ada dan segera mungkin
setelah dirasa jalur itu nantinya dapat untuk dilalui kembali secara normal.
Berikut ini juga ada beberapa rute yang juga harus berhenti dalam beroperasi ataupun juga belum untuk beroperasi:
Koridor yang ke 2, 2A, 7F, 12, dan 14, Mikrotrans: JAK.13, JAK.15, JAK.24, JAK.27,
JAK.29,AK.01, JAK.118, JAK.120JAK.05, JAK.10, JAK.110A, JAK.112, JAK.113, JAK.115,
Banjir sendiri juga telah merendam sebanyak 35 rukun tetangga dan juga sebanyak 23 ruas yang
ada dijalanan Jakarta pada hari Minggu 18-1-26 siang. Banjir dipicu curah hujan tinggi sejak Minggu pagi.
Kepala dari Pusat Data dan juga Informasi dalam Kebencanaan Badan dalam Penanggulangan Bencana Daerah DKI Jakarta,
bernama Mohamad Yohan untuk segera mencatat, dari ketinggian dari air mulai dari 10 – 70 cm.
Masyarakat juga telah diimbau untuk harus tetaplah waspada apa lagi terhadap dalam potensi dalam banjir terusan.
Ayu juga menyebutkan, hingga pada pukul 09.00 WIB, sebanyaknay ada 17 RT yang ada di daerah Jakarta Barat ini ikut terendam banjir
dengan ketinggian air sebanyak 25-60 sentimeter (cm), 13 RT juga berada di Jakarta Pusat (30 cm),
dua RT yang ada di daerah Jakarta Timur (40-60 cm), dan juga ada tiga RT yang berada di daerah Jakarta Utara (25-40 cm) .
Sementara itu juga, sudah tercatat sebanyaknya ada tiga jalan yang juga sudah terendam banjir dengan adanya ketinggian air hingga 10 cm
di daerah Jakarta Pusat, 14 lainnya itu jalan yang berada pada Jakarta utara (10 – 70 cm),
dan nantinya ada enam jalan yang ada di Jakarta Barat (15-50 cm).
Yohan sendiri juga menyebutkan bahwa dalam ketinggian air paling tinggi itu berada pada Kelurahan yang ada Kedaung Kali Angke,
Jakarta Barat hingga ada sebanyak 8 RT yang mencapai 45-60 cm, Kelurahan Tegal Alur empat RT (30 – 40 cm).
Sementara di Jakarta Utara, dua RT di Kelurahan Pademangan Barat (30 cm), sementara di Jakarta Barat,
8 RT di Kelurahan Kedaung Kali Angke (60 cm). Adapun di Jakarta Timur, dua RT di Kelurahan Cakung Barat
di Kelurahan Rawa Terate satu RT 40 cm dan satu RT di Kelurahan Cakung Barat 60 cm.
Selain dari itu juga sudah merendam permukiman, banjir saat ini juga telah menggenangi beberapa jumlah ruas yang
ada pada jalan utama di daerah Jakarta. Lima ruas jalan lainnya itu berada di Jakarta Utara dan juga sudah tercatat
dalam mengalami genangan yang tertinggi itu sampai dengan ketinggian 40- 70 sentimeter.
Lokasi tersebut juga telah meliputi adanya pada Jalan Gaya Motor Raya (depan Kodim 0502) yang berada di Sungai Bambu,
Jalan Karang Bolong Raya yang berada di Pademangan, Jalan arah Jembatan Tiga Raya dan juga Jalan Pluit Raya (depan Hotel JP)
yang berada di Penjaringan, serta beberapa Jalan Babek TNI yang juga berada di Rorotan.
Sementara itu, pada Jakarta Barat, genangan juga sempat terjadi pada Jalan di Benda Raya, Kelurahan dari Kamal.
Apabila nantinya terjadi kondisi yang sangatlah darurat, warga sendiri dapat untuk segera dalam menghubungi layanan
seperti Jakarta Siaga pada nomor 112 yang juga beroperasi selama 24 jam dan juga dapat diakses dengan gratis, ucapYohan.
Yohan saat ini juga mengungkapkan, banjir ini telah berdampak pada adanya munculnya pengungsi yang berada di daerah Kelurahan Tegal
Alur, Jakarta Barat. Sebanyak dari 12 kepala keluarga ataupun 29 jiwa saat ini sementara bisa mengungsi pada Ruang Publik
Terpadu Ramah Anak (RPTRA) yang berada pada alur Anggrek.
Untuk dalam penanganannya, Pemprov dari DKI Jakarta juga telah dalam mengerahkan personel secara gabungan
untuk guna dalam memantau kondisi dari genangan pada setiap wilayah mereka. Koordinasi itu juga dapat dilakukan dengan adanya
Dinas Sumber dari Daya Air, Dinas Bina Marga, serta juga Dinas dalam Penanggulangan Kebakaran dan juga
Penyelamatan Tuna55 untuk bisa dalam mempercepat dalam melakukan penyedotan air.
Selain itu juga, kami juga bisa memastikan juga didalam tali-tali air yang juga berfungsi untuk bisa optimal
bersamaan dengan lurah dan juga camat setempat, serta dalam menyiapkan dalam kebutuhan juga pada dasar
bagi nantinya para penyintas. Banjir juga ditargetkan akan segera surut dalam waktu yang sangatlah cepat, ucap Yohan.