You are currently viewing Korban Kecelakaan ATR 42-500, Identitas Pramugari Telah Terungkap

Korban Kecelakaan ATR 42-500, Identitas Pramugari Telah Terungkap

korban kecelakan, berhasil diketahui bernama Florencia Lolita Wibisono

Korban Kecelakaan, Tim dari Disaster Victim Identification (DVI) yang ada pada Bidang Kedokteran dan juga Kesehatan yang berada di Polda

Sulawesi Selatan saat ini telah berhasil dalam mengungkap dalam identitas korban dan juga perempuan yang ada didalam insiden kecelakaan pesawat

dari Indonesia Air Transport dengan nomor ATR 42-500. Korban saat ini sudah dipastikan juga merupakan adalah seorang pramugari

yang juga bernama lengkap Florencia Lolita Wibisono.

Jenazah pada saat ini sedang berada pada Rumah Sakit yang ada di Bhayangkara Makassar dan juga pada saat ini juga

sudah langsung dalam menjalani proses dari adanya identifikasi yang sudah di dapatkan dari tim DVI. Kepala yang dari

Biddokkes Polda Sulsel, Kombes Pol dr yang juga bernama dengan Muhammad Haris juga mengatakan,

bahwa pihaknya saat ini telah menerima bahwa ada satu kantong plastik jenazah yang juga datang dari pihak Basarnas pada hari Selasa malam.

Mereka saat ini juga telah dalam menerima satu kantong jenazah dari Basarnas, tim DVI langsung melakukan proses identifikasi,

ucap Haris pada jumpa pers yang berada pada Biddokkes Polda Sulsel, hari Rabu

Hasil dari dalam pemeriksaan itu saat ini juga telah dalam menunjukkan bahwa ada jenazah dengan adanya beberapa nomor post

yang juga berasal dari mortem PM 62B.01 sesuai dengan adanya data dari antemortem AM004.

Korban yang juga saat ini telah teridentifikasi ini sebagai dari Florencia Lolita Wibisono,

perempuan yang pada saat ini tengah berusia 33 tahun, dengan alamat Apartemen Howard Tower, pulo gadung, Jakarta Timur.

Dia juga menyebutkan, bahwa dalam identifikasi yang juga saat ini telah dilakukan itu juga berdasarkan adanya sejumlah

dalam parameter secara ilmiah, antara lainnya itu seperti dari sidik jari, data odontologi ataupun gigi, properti yang di gunakan ,

Sementara itu juga, Kepala yang berasal dari Pusat dalam Identifikasi Pusdokkes Polri, Brigadir Jenderal Polisi Mashudi

sendiri juga telah menambahkan,bahwa dari tim DVI saat ini sendiri juga telah dalam melakukan sebuah pemeriksaan

secara menyeluruh dan juga terhadap pada jenazah yang ada dengan kode PM 62B.01. Menurutnya juga,

kondisi pada jenazah korban yang kedua ini masih relatif baik sehingga sangat memungkinkan

hanya dilakukan dalam pemeriksaan sidik jarinya saja secara optimal.

Papiler saat ini juga di gunakan pada saat sidik jari masih juga dapat terbaca, sehingga

kami bisa langsung dalam mengambil dari sidik jarinya,ucap Mashudi.

Mashudi sendiri juga menjelaskan, selain dalam menggunakan dalam peralatan yang juga telah diidentifikasi

yang juga saat ini telah dimiliki oleh tim DVI, prosesnya tersebut juga saat ini telah diperkuat

dengan adanya pembuktian secara ilmiah dan juga melalui dari pencocokan data seperti antemortem dan postmortem.

Kami sendiri juga saat ini telah dalam melakukan sebagai pembandingan dengan adanya mengambil dari sidik jari di

jempol tangan kiri dan juga saat ini telah mencocokkannya dengan adanya data dalam pembanding.

Dia juga menuturkan, dalam sidik jari yang juga postmortem kemudian akhirnya dibandingkan juga secara dengan

manual dengan adanya data antemortem hingga mereka nantinya diperoleh dalam kepastian kepada identitas para korban.

Secara dari ilmu pengetahuan, kami telah menyatakan bahwa yang bersangkutan ini ialah Florencia Lolita Wibisono.

Kami juga sangatlah yakin berdasarkan dari ilmu keilmuan, tegasnya

Sementara itu juga, Kepala dari Kepolisian yang dari Daerah Sulawesi Selatan, Inspektur Jenderal Polisi bernama

Djuhandhani Raharjo Puro menyebut, proses evakuasi korban berlangsung cukup sulit akibat kondisi medan dan cuaca yang ekstrem.

Saya juga telah disampaikan dari Kepala Basarnas yang juga bahwa situasi dan juga kondisi yang berada pada lapangan ini sendiri

juga memang bisa di katakan cukuplah sulit, sehingga kami juga membutuhkan waktu hingga beberapa hari hingga nantinya

korban juga nantinya dapat dievakuasi dan juga diidentifikasi.

Mantan Direktur dalam Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri juga telah menambahkan, bahwa pihak dari kepolisian

saat ini juga telah dalam berkoordinasi dengan pihak keluarga korban untuk bisa dalam pengambilan data seperti antemortem.

Dirinya juga menegaskan,dalam identifikasi terhadap Florencia Lolita Wibisono saat ini telah dilakukan metode secara ilmiah

yang juga sudah diakui secara internasional.

Tadi juga telah untuk disimpulkan bahwa para korban yang saat ini telah teridentifikasi ini adalah saudari Florencia Lolita Wibisono.

Pembuktian ini juga telah dilakukan secara dengan saintifik dan telah diakui secara internasional oleh Tuna55

yang juga dalam proses dalam identifikasi para korban,ucap Djuhandhani.

Leave a Reply