You are currently viewing Kim Jong Un Resmikan Lokasi Pertanian Terbesar Korea Utara di Perbatasan China

Kim Jong Un Resmikan Lokasi Pertanian Terbesar Korea Utara di Perbatasan China

Kim Jong Un Resmikan Lokasi Pertanian Terbesar Korea Utara di Perbatasan China

Pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, kembali menjadi sorotan dunia internasional setelah meresmikan

kawasan pertanian terbesar yang pernah dibangun di negaranya. Proyek ambisius ini berlokasi di wilayah perbatasan

Korea Utara dengan China, dan disebut sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

Peresmian tersebut ditandai dengan kunjungan langsung Kim Jong Un ke lokasi proyek, didampingi pejabat tinggi

Partai Buruh Korea serta jajaran kementerian terkait. Media pemerintah Korea Utara menyebut proyek ini sebagai

simbol kemandirian ekonomi dan bukti keseriusan negara dalam menghadapi tantangan krisis pangan global.

Proyek Strategis untuk Ketahanan Pangan Nasional Kim Jong Un

Kawasan pertanian raksasa ini dirancang sebagai pusat produksi pangan modern dengan sistem pertanian terpadu.

Lahan yang dibuka mencakup area persawahan, perkebunan sayur, hingga fasilitas peternakan dan irigasi berskala besar.

Pemerintah Korea Utara mengklaim proyek ini mampu meningkatkan hasil panen secara signifikan dibandingkan metode pertanian tradisional.

Dalam pidatonya, Kim Jong Un menegaskan bahwa sektor pertanian adalah fondasi utama stabilitas negara. Ia menekankan

pentingnya swasembada pangan agar Korea Utara tidak bergantung pada impor atau bantuan luar negeri,

terutama di tengah tekanan sanksi internasional dan perubahan iklim yang ekstrem.

Lokasi di Perbatasan China, Sarat Nilai Strategis

Pemilihan lokasi di perbatasan China dinilai bukan tanpa alasan. Wilayah ini dikenal memiliki tanah yang relatif subur serta

akses air yang lebih baik dibandingkan daerah lain di Korea Utara. Selain itu, kedekatan geografis dengan China membuka

peluang transfer teknologi pertanian, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Para pengamat menilai kawasan ini juga berpotensi menjadi etalase pembangunan Korea Utara. Dengan menempatkan

proyek besar di wilayah perbatasan, Pyongyang seolah ingin menunjukkan kepada dunia luar—khususnya China—bahwa

negara tersebut mampu membangun infrastruktur pertanian modern meski berada di bawah tekanan ekonomi.

Simbol Politik dan Pesan ke Dalam Negeri

Lebih dari sekadar proyek ekonomi, peresmian pertanian terbesar ini juga memiliki makna politik yang kuat. Pemerintah

Korea Utara kerap menggunakan proyek-proyek besar sebagai alat propaganda untuk memperkuat legitimasi kepemimpinan

Kim Jong Un di mata rakyatnya Tuna55.

Dengan menampilkan dirinya sebagai pemimpin yang peduli terhadap kesejahteraan petani dan ketahanan pangan,

Kim Jong Un berupaya membangun citra sebagai pelanjut visi kemandirian nasional. Proyek ini diharapkan mampu

meningkatkan moral masyarakat sekaligus menunjukkan bahwa negara tetap bergerak maju di tengah keterbatasan.

Harapan Besar di Tengah Tantangan

Meski digadang-gadang sebagai solusi jangka panjang, proyek ini tetap menghadapi berbagai tantangan, mulai dari

keterbatasan pupuk, teknologi, hingga cuaca ekstrem. Namun, bagi pemerintah Korea Utara, kawasan pertanian di

perbatasan China ini adalah simbol harapan baru—bahwa dengan kerja keras dan mobilisasi nasional, ketahanan pangan dapat diwujudkan.

Ke depan, dunia akan terus mengamati apakah proyek pertanian terbesar Korea Utara ini benar-benar mampu menjawab

persoalan pangan yang telah lama membayangi negara tersebut.

Leave a Reply