
Telah terjadi sebuah kecelakaan maut yang juga telah melibatkan Kereta Api Sribilah Utama relasi Rantau Prapat – Medan
dengan juga satu unit pada minibus Toyota Avanza yang juga telah terjadi di perlintasan sebidang tanpa adanya
palang pintu, KM 83+300, petak jalan Stasiun Laut Tador – Stasiun Tebing Tinggi, pada hari Rabu 21-1-26 petang.
Pristiwa yang terjadi itu sekitaran pukul 18.23 WIB tersebut juga telah dalam mengakibatkan seluruh para penumpang
yang berada pada minibus yang juga saat itu berjumlah ada sembilan orang yang telah meninggal dunia.
Kecelakaan itu sendiri juga bermula pada saat mobil Avanza yang juga berplat BK 1657 ABP yang sedang melintas pada perlintasan liar.
Menurut nya juga adanya informasi yang juga datang dari PT KAI Divre I Sumut, masinis tersebut sebenarnya
juga telah dalam membunyikan suling lokomotif dan juga telah berulang kali juga sebagai dari peringatan.
Sayangnya,dikarenakan kurangnya kewaspadaan tersebut dan juga sama sekali juga tidak mau melihat ke kanan-kiri,
minibus itu juga tetap melaju hingga akhirnya hantaman keras tidak dapat untuk terhindarkan.
Saking dahsyatnya pada benturan, mobil nahas tersebut juga akhirnya terseret hingga kurang lebih sejauh hingga 300 meter
dari titik pertama tabrakan. Kondisi pada kendaraan saat dilaporkan juga telah rusak parah nyaris tidak berbentuk.
Delapan orang telah menjadi korban meninggal dunia pada lokasi kejadian. Satu di antaranya korban yang juga sempat untuk
dilarikan ke rumah sakit, namun sayangnya nyawanya juga tidaklah tertolong, sehingga dari total korban
tersebut menjadi sembilan orang, Kata Direktur Lalu Lintas Polda Sumut, Kombes Pol Firman Darmansyah.
Diketahui juga, para korban pada saat itu tengah dalam perjalanan untuk menuju pergi
ke Kota Tebing Tinggi untuk bisa dalam mengunjungi keluarga mereka.
Menanggapi dalam tragedi ini, Ditlantas Polda Sumut akhrinya bergerak cepat dengan memberikan pelayanan dengan cara
memfasilitasi pemulangan seluruh jenazah mereka untuk di bawa ke Kota Medan dan juga menggunakan ambulans
dengan adanya pengawalan yang ketat dari pihak kepolisian.
Plt. Manager Humas KAI Divre I Sumut, Anwar Yuli Prastyo,sendiri juga menginformasikan bahwa meskipun seluruh kru dan
juga para penumpang KA Sribilah Utama berakhir selamat, lokomotif sendiri juga mengalami kerusakan yang
sangatlah serius sehingga tidak dapat untuk melanjutkan perjalanannya secara mandiri.
KA Sribilah Utama juga akhirnya harus untuk ditarik lokomotif penolong yang juga harus ke Stasiun Tebing Tinggi
untuk melakukan perbaikan. Kereta tersebut juga baru bisa untuk diberangkatkan kembali pada pukul 19.57 WIB d
engan adanya keterlambatan 85 menit, ucap Anwar,pada hari Kamis 22-1-26.
Pihak dari kepolisian ,Tuna55,dan juga PT KAI kembali lagi mengeluarkan himbauan yang keras kepada para masyarakat agar
bisa lebih berhati-hati pada saat akan melintasi jalur kereta api, terutama apabila di lokasi itu tanpa adanya palang pintu.
Tidak ada waktu yang jauh lebih berharga daripada nyawa manusia. Lebih baik kita kehilangan satu menit menit untuk
tetap waspada daripada kita kehilangan nyawa dalam sekejap yang juga sama sekali tidak bisa untuk terulang kembali, ucap Anwar.