
Korupsi DJKA, KPK saat ini juga telah dalam mengumumkan bahwa Bupati Pati Sudewo
menjadi dalam tersangka kasus itu juga dalam dugaan melakukan suap dalam pembangunan
dan juga dalam pemeliharaan untuk jalur kereta api yang yang juga berada pada lingkungan yang ada Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA)
Kementerian dalam Perhubungan. Dengan adanya dalam penetapan ini juga, Sudewo itu akhirnya harus juga terjerat dengan dua kasus
yakni ialah seperti korupsi dari melakukan jual beli jabatan dan juga telah melakukan korupsi DJKA.
Asep juga menyampaikan dalam pernyataan itu untuk segera menjawab dari perkembangan yang juga status dalam anggota
Komisi V DPR RI periode tahun 2019-2024 tersebut juga sudah sempat diperiksa pada kasus DJKA Kemenhub.
Sudewo ini sudah dua kali sempat untuk diperiksa dan juga saat ini telah menjadi saksi dalam kasus yaitu DJKA.
pertama itu , pada tanggal 27-08-25. Kedua, 22- 9-25.
Nama pada Sudewo ini sendiri juga sudah sering kerap muncul pada sidang yang ada dalam kasus korupsi dalam pembangunan dan juga
pemeliharaan dalam jalur kereta api di DJKA dengan terdakwa selaku dirinya tersebut dari Kepala Balai Teknik dalam Perkeretaapian (BTP)
Jawa Bagian dari Tengah bernama Putu Sumarjaya dan juga pejabat dalam pembuatan komitmen BTP Jawa Bagian Tengah bernama
Bernard Hasibuan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang, Jateng, 9 November 2023.
Pada sidang itu, KPK juga disebutkan telah dalam menyita uang sekitaran Rp 3 miliar dari milik Sudewo.
Jaksa dari penuntut umum KPK ini sendiri juga telah menunjukkan barang bukti foto seperti uang tunai dalam pecahan
dari rupiah hingga mata uang asing yang juga telah disita dari rumah dari Sudewo.
Sudewo juga sempat membantah hal itu. Dia juga sempat membantah dalam menerima uang dengan nilai Rp 720 juta yang juga telah
diserahkan dari pegawai PT Istana Putra Agung, serta juga berupa uang Rp 500 juta dari
Bernard Hasibuan melalui kepada stafnya yang juga bernama Nur Widayat.
Usai setelah selesai diperiksa oleh KPK, Sudewo juga menegaskan uangnya tersebut Rp 3 miliar yang juga turut disita dari
rumahnya itu juga bukan lah hasil dari korupsi, melainkan itu dari hasil gaji dan juga beberapa usahanya yang juga
sebagai anggota dewan. Sebelum juga dirinya telah memimpin Pati, Sudewo sendiri telah menjabat sebagai dari Anggota Komisi V DPR RI.
Adapun juga pada kasus tersebut juga saat ini telah terkuak berawalan dari adanya operasi tangkap tangan (OTT) yang juga sempat dilakukan
oleh KPK pada tanggal 11-04-23 terjadi pada Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I yang ber Wilayah di Jawa Bagian Tengah DJKA Kemenhub.
Saat ini, BTP Kelas I Wilayah Jawa Bagian Tengah telah berganti nama menjadi BTP Kelas I Semarang.
KPK sendiri juga lantas telah menetapkan bahwa ada 10 orang yang juga saat ini telah menajadi tersangka yang juga secara langsung
telah ditahan terkait dengan adanya kasus dalam dugaan korupsi dari proyek pembangunan dan juga pemeliharaan
yang ada pada jalur rel kereta api yang ada di Sumatra, Jawa, dan juga Sulawesi.
Setelah itu juga ada beberapa waktu ataupun hingga tanggal 15-12-25, KPK sendiri juga telah dalam menetapkan
dan juga telah menahan sebanyak hingga 20 tersangka. KPK sendiri juga saat ini telah dalam menetapkan dua korporasi
yang juga telah menjadi sebagai tersangka dalam kasus tersebut.
Kasus dalam dugaan tindak pidana korupsi itu terjadi dikarenakan ada proyek dalam pembangunan jalur kereta api
ganda Solo Balapan-Kadipiro-Kalioso; proyek dalam pembangunan yang ada pada jalur kereta api yang ada di Makassar,
Sulawesi Selatan; ada empat proyek dalam konstruksi pada jalur kereta api dan juga dua proyek supervisi yang berada
di Lampegan Cianjur, Jawa Barat; dan juga proyek dalam perbaikan dalam perlintasan di sebidang Jawa dan juga Sumatera.
Dalam pembangunan itu dan juga pemeliharaan dalam proyek tersebut, diduga telah menjadi dalam pengaturan pemenang
dalam pelaksanaan dalam proyek oleh beberapa pihak-pihak tertentu yang juga melalui dari rekayasa sejak
dalam proses dalam administrasi sampai juga dalan penentuan siapa pemenang tendernya Tuna55.