
Imbas Banjir, Manager Hukum dan juga Humasda Daop 9 Jember,bernama Cahyo Widiantoro sendiri juga mengatakan,bahwa ada
sejumlah kereta api yang telah berangkat dari beberap wilayah akhirnya terpaksa akhirnya harus dibatalkan di karenakan
banjir yang juga sudah terjadi di beberapa lintasan khususnya juga pada wilayah Daop 4 yang ada di Semarang dan juga Daop 1 Jakarta.
Untuk dalam keberangkatan pada kereta api pada hari Minggu 18-01-26 dari kawasan wilayah Daop 9 yang ada di Jember,
Kereta Api Blambangan Ekspres ini dalam keberangkatannya yang berasal dari Stasiun Ketapang nantinya itu akan menuju ke
Stasiun Pasarsenen akhirnya harus dibatalkan, kata dia.
Cahyo sendiri juga sudah menjelaskan, dalam adanya keberangkatan yang dari KA Pandalungan dari tempat Stasiun Jember
hingga menuju Gambir akhirnya harus kembali lagi mengalami penyesuaian soal keberangkatan yang berada pada estimasi waktu 16.30 WIB
atau paling lambatnya 30 menit, dikarenakan kedatangan rangkaian kereta tersebut dari Stasiun Gambir pukul 15.10 WIB.
Sementara iut, karena dalam kondisi pada lintasan yang juga bisa di katakan belum juga bisa di katakan memungkinkan untuk bisa dilalui
secara aman,maka perjalanan yang dari KA Pandalungan ini harus mengalami kembali penyesuaian pola
dalam operasi melalui dari Surabaya Pasarturi, Cirebon, Gambringan,Kroya, dan juga Solo.
KAI pada saat ini juga telah dalam menyampaikan pesan tersebut dan juga meminta dalam permohonan maaf yang juga
sebesar-besarnya kepada pada seluruh para pelanggan atas dari ketidaknyamanan tersebut yang juga sempat terjadi di
karenakan akibat kondisi saat ini. Sebagai dari bentuk dari tanggung jawab mereka kepada para pelanggan, KAI juga
sendikit memberikan adanya pengembalian dalam bea tiket sebesar 100 persen sesuai dengan ketentuan, ucap Cahyo.
Menurut dirinya, KAI ini juga terus dalam melakukan dalam pemantauan secara intensif serta juga dalam pemeriksaan
secara teknis dan juga menyeluruh guna mereka dalam memastikan dalam keselamatan perjalanan.
Keselamatan yang juga menjadi perjalanan dan juga para penumpang kereta api itu sendiri juga menjadi prioritas paling utama.
Seiring dengan bertambahnya adanya titik banjir dan juga tingginya dalam potensi dalam keterlambatan,
KAI akhirnya harus melakukan rekayasa pada pola operasi, termasuk dalam pengalihan dalam rute,
pembatasan dalam kecepatan, sampai pembatalan dalam perjalanan kereta api agar menggurangi risiko keselamatan juga dapat untuk bisa dihindari.
Pengembalian dalam bea tiket ini juga paling lambat itu 7 (tujuh) hari sejak adanya tanggal dalam pembatalan.Penumpang
yang juga sama sekali tidaklah berkenan untuk bisa dalam melanjutkan perjalanan diakibatkan dalam pengalihan secara rute,
rekayasa pola dalam operasi, maupun juga dampak seperti keterlambatan itu berhak dan juga memperoleh
dalam pengembalian bea 100 persen, termasuk juga pada tiket dan terusan atau tiket dalam pulang-pergi yang juga telah dikelola oleh KAI Group.
Pengembalian dalam bea tiket ini sendiri juga sebenarnya dapat untuk dilakukan melalui dari loket stasiun dan juga Contact Center 121.
Pengajuan itu juga dapat untuk melalui dari Contact Center dengan nomor 121 dapat juga dilakukan melalui adanya layanan seperti
call dan juga VOIP pada aplikasi pada Access by KAI, khususnya itu juga untuk bisa dalam pengembalian bea tiket 100 persen.
KAI juga berkomitmen untuk bisa secara terus dalam memberikan sebuah informasi terkini kepada para masyarakat yang
juga seiring dengan perkembangan dalam penanganan mereka di lapangan Tuna55. Kami juga sangat mengapresiasi dalam pengertian
dan juga kesabaran para pelanggan yang juga berada di tengah dalam kondisi seperti cuaca yang ekstrem ini, tutup dari Cahyo.