You are currently viewing Huntara Sudah Siap Huni, Warga Terdampak Banjir di Agam Sumbar Senang Akhirnya Pindah dari Pengungsian

Huntara Sudah Siap Huni, Warga Terdampak Banjir di Agam Sumbar Senang Akhirnya Pindah dari Pengungsian

Huntara Sudah Siap Huni, Warga Terdampak Banjir di Agam Sumbar Senang Akhirnya Pindah

Kabar menggembirakan datang bagi warga terdampak banjir besar di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Setelah berbulan-bulan hidup dalam keterbatasan di lokasi pengungsian, hunian sementara (huntara) yang dibangun pemerintah kini telah dinyatakan siap huni. Kepastian ini disambut penuh rasa syukur oleh para penyintas yang selama ini harus bertahan di tenda darurat maupun bangunan sementara dengan fasilitas terbatas.

Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Agam beberapa waktu lalu menyebabkan ratusan rumah rusak, bahkan sebagian hanyut terseret arus. Kondisi tersebut memaksa warga mengungsi demi keselamatan. Namun, masa pengungsian yang berkepanjangan menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi keluarga dengan anak kecil dan lansia.

Fasilitas Lebih Layak dan Aman Warga Terdampak Banjir

Huntara yang disiapkan pemerintah daerah bersama instansi terkait dibangun dengan memperhatikan aspek kelayakan dan keamanan. Setiap unit dilengkapi ruang tidur, ruang keluarga, sanitasi yang memadai, serta akses air bersih dan listrik. Selain itu, lokasi huntara dipilih di area yang relatif aman dari ancaman banjir susulan.

Kepala daerah setempat menyampaikan bahwa pembangunan huntara ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memastikan warga terdampak bencana dapat hidup lebih layak sambil menunggu proses pembangunan hunian tetap. Ia juga menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan dasar warga menjadi prioritas utama pascabencana.

Warga Merasa Lebih Tenang dan Nyaman

Perasaan lega dan bahagia terpancar dari wajah warga saat mulai menempati huntara. Setelah lama tidur beralaskan tikar tipis di pengungsian, mereka kini bisa kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih nyaman. Anak-anak pun dapat belajar dan bermain dengan lebih aman, sementara orang tua merasa lebih tenang karena lingkungan hunian lebih tertata.

Salah seorang warga mengaku bersyukur akhirnya bisa keluar dari pengungsian. Menurutnya, meski huntara bersifat sementara, kondisi yang ada jauh lebih baik dibandingkan tinggal di tenda darurat. “Yang penting kami sudah punya tempat tinggal yang aman dan layak,” ujarnya.

Harapan Menuju Hunian Tetap

Meski telah menempati huntara, warga Tuna55 berharap pembangunan hunian tetap (huntap) dapat segera direalisasikan. Hunian tetap dianggap sebagai langkah penting untuk memulihkan kehidupan mereka secara menyeluruh, termasuk stabilitas ekonomi dan sosial. Pemerintah daerah menyatakan proses perencanaan huntap masih terus berjalan, dengan memperhatikan aspek tata ruang dan mitigasi bencana.

Di sisi lain, dukungan dari berbagai pihak terus mengalir, mulai dari bantuan logistik hingga pendampingan psikososial. Pemerintah berharap sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat dapat mempercepat proses pemulihan pascabencana di Agam.

Langkah Awal Pemulihan Pascabencana

Siapnya huntara menjadi langkah awal yang penting dalam fase pemulihan. Bagi warga terdampak banjir di Agam, kepindahan dari pengungsian ke huntara bukan sekadar perpindahan tempat tinggal, melainkan simbol harapan untuk bangkit dan memulai kembali kehidupan yang sempat terhenti akibat bencana alam.

Leave a Reply