You are currently viewing Bom Guncang Masjid Syiah di Islamabad, Sedikitnya 24 Jamaah Meninggal Dunia

Bom Guncang Masjid Syiah di Islamabad, Sedikitnya 24 Jamaah Meninggal Dunia

Sebuah serangan bom mengguncang masjid Syiah di kawasan pinggiran Islamabad saat pelaksanaan salat Jumat, Jumat (6/2/2026). Ledakan dahsyat tersebut menewaskan sedikitnya 24 jamaah dan menyebabkan hampir 100 orang lainnya mengalami luka-luka. Otoritas setempat menyebutkan, sejumlah korban luka berada dalam kondisi kritis dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Pihak kepolisian Islamabad memastikan insiden tersebut merupakan aksi terorisme. Aparat keamanan langsung melakukan sterilisasi lokasi dan memulai penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta motif serangan. Informasi awal ini disampaikan oleh kepolisian setempat sebagaimana dikutip dari AP News.

Tim Penyelamat di Bantu Warga Turun ke Lokasi

Tak lama setelah ledakan, tim penyelamat dibantu warga sekitar bergegas mengevakuasi para korban. Situasi darurat membuat proses evakuasi dilakukan dengan berbagai cara, termasuk menggunakan kendaraan pribadi. Rekaman video yang beredar di televisi dan media sosial memperlihatkan aparat keamanan serta warga membawa korban menjauh dari lokasi masjid menuju fasilitas kesehatan terdekat.

Hingga saat ini, belum ada kelompok yang secara resmi mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun, kecurigaan aparat keamanan mengarah pada kelompok militan yang selama ini kerap menargetkan komunitas Syiah di Pakistan. Kelompok seperti Tehrik-e-Taliban Pakistan (TTP) maupun afiliasi regional ISIS diketahui memiliki rekam jejak panjang dalam menyerang kelompok minoritas maupun aparat negara.

Meski Islamabad relatif jarang menjadi sasaran serangan, Pakistan dalam beberapa bulan terakhir mengalami lonjakan kekerasan bersenjata. Aksi-aksi tersebut sebagian besar dikaitkan dengan kelompok separatis di wilayah Balochistan serta TTP, yang disebut memiliki hubungan ideologis dengan Taliban Afghanistan. Selain itu, sel-sel ISIS regional juga dilaporkan masih aktif melakukan operasi di sejumlah wilayah Pakistan.

Wakil Komisaris Islamabad, Irfan Memon, melalui unggahan di platform X, mengonfirmasi bahwa jumlah korban tewas meningkat menjadi 24 orang, setelah sebelumnya dilaporkan lebih rendah.

Presiden Pakistan Asif Ali Zardari dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif mengecam keras serangan tersebut dalam pernyataan terpisah. Keduanya menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga korban dan menegaskan bahwa negara akan memberikan dukungan penuh bagi para korban.

“Menyerang warga sipil yang tidak bersalah adalah kejahatan terhadap kemanusiaan,” ujar Zardari. Ia menegaskan bahwa pemerintah berdiri bersama keluarga korban di tengah duka mendalam ini.

Penyelidikan Diperintahkan

Perdana Menteri Shehbaz Sharif memerintahkan penyelidikan menyeluruh untuk mengungkap dalang serangan. “Para pelaku harus segera diidentifikasi dan dijatuhi hukuman setimpal,” tegasnya. Menteri Dalam Negeri Pakistan, Mohsin Naqvi, juga menyampaikan kecaman keras serta meminta seluruh rumah sakit memberikan pelayanan medis terbaik bagi para korban.

Serangan ini terjadi bertepatan dengan kunjungan resmi Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev ke Pakistan. Saat ledakan terjadi, Mirziyoyev tengah menghadiri agenda kenegaraan bersama Perdana Menteri Sharif di Islamabad, hanya beberapa kilometer dari lokasi kejadian.

Sebagai catatan, serangan teror paling mematikan sebelumnya di Islamabad terjadi pada 2008, ketika bom bunuh diri menghantam Hotel Marriott dan menewaskan 63 orang. Pada November tahun lalu, serangan bom bunuh diri di luar gedung pengadilan Islamabad juga menewaskan 12 orang.

Insiden terbaru ini terjadi tak lama setelah kelompok terlarang Baloch Liberation Army melancarkan serangkaian serangan di Provinsi Balochistan, yang menewaskan sekitar 50 orang. Militer Pakistan mengklaim lebih dari 200 militan tewas dalam operasi balasan pascaserangan tersebut, menandai eskalasi serius dalam situasi keamanan nasional. Tuna55

Leave a Reply