
Badan Pusat Statistik (Badan Pusat Statistik/BPS) melaporkan bahwa perekonomian Provinsi DKI Jakarta mencatatkan pertumbuhan
sebesar 5,21 persen sepanjang tahun 2025. Angka ini menunjukkan ketahanan ekonomi ibu kota di tengah dinamika ekonomi global
yang masih dipengaruhi oleh ketidakpastian geopolitik, fluktuasi harga komoditas, serta penyesuaian kebijakan moneter di berbagai negara.
Pertumbuhan tersebut menegaskan posisi Jakarta sebagai salah satu motor penggerak utama perekonomian nasional.
Dengan kontribusi besar terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia, kinerja ekonomi Jakarta menjadi indikator
penting bagi arah pertumbuhan ekonomi nasional secara keseluruhan.
Sektor Jasa dan Konsumsi Rumah Tangga Jadi Penopang Utama Jakarta
BPS mencatat bahwa pertumbuhan ekonomi Jakarta pada 2025 didorong terutama oleh sektor jasa, khususnya jasa keuangan,
jasa perusahaan, serta perdagangan besar dan eceran. Aktivitas bisnis yang terus meningkat seiring membaiknya iklim usaha
memberikan kontribusi signifikan terhadap ekspansi ekonomi daerah.
Selain itu, konsumsi rumah tangga juga berperan besar dalam menopang pertumbuhan. Meningkatnya daya beli masyarakat,
didukung oleh stabilitas inflasi dan ketersediaan lapangan kerja, mendorong peningkatan belanja masyarakat, baik untuk
kebutuhan pokok maupun non-pokok. Kondisi ini memperkuat perputaran ekonomi di berbagai sektor, mulai dari
perdagangan hingga transportasi dan akomodasi.
Investasi dan Proyek Infrastruktur Terus Mengalir
Dari sisi pengeluaran, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi menunjukkan tren positif sepanjang 2025.
Berbagai proyek infrastruktur strategis, pengembangan kawasan bisnis, serta pembangunan properti komersial menjadi
faktor pendorong meningkatnya investasi di Jakarta.
Masuknya investasi, baik dari dalam maupun luar negeri, mencerminkan kepercayaan pelaku usaha terhadap prospek ekonomi Jakarta.
Pemerintah daerah juga dinilai berhasil menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui penyederhanaan perizinan dan
penguatan pelayanan publik berbasis digital.
Peran Pemerintah dan Stabilitas Ekonomi Daerah
Pengeluaran konsumsi pemerintah turut memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi. Realisasi
belanja daerah yang efektif, terutama untuk sektor pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, serta transportasi, membantu
menjaga stabilitas ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tuna55.
BPS menilai koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas harga serta ketersediaan pasokan barang
menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Stabilnya inflasi sepanjang 2025 turut
menciptakan kepastian bagi pelaku usaha dan konsumen.
Prospek Ekonomi Jakarta ke Depan
Dengan capaian pertumbuhan 5,21 persen pada 2025, prospek ekonomi ke depan dinilai tetap positif. Namun demikian,
BPS mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap berbagai risiko eksternal dan domestik, termasuk perlambatan ekonomi
global dan perubahan pola konsumsi masyarakat.
Ke depan, penguatan sektor produktif, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta transformasi ekonomi berbasis digital
diharapkan mampu menjaga momentum pertumbuhan ekonomi Jakarta agar tetap berkelanjutan dan inklusif.