Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan peringatan kepada Inggris agar lebih waspada dalam menjalin kerja sama bisnis dengan China. Pernyataan ini disampaikan hanya beberapa jam setelah Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyampaikan pujian atas hubungan ekonomi kedua negara saat melakukan kunjungan resmi ke Beijing dan bertemu dengan Presiden Xi Jinping.
Trump menilai langkah Inggris untuk memperdalam hubungan dengan kekuatan global yang selama ini dianggap sebagai pesaing utama AS sebagai sesuatu yang sangat berisiko.
Dalam kunjungan tersebut, Starmer menjanjikan bentuk kemitraan yang lebih maju dengan China, termasuk upaya memperluas akses pasar, menurunkan hambatan tarif, serta mengamankan sejumlah kesepakatan investasi.
Tanggapan Donald Trump di Washington
Namun di Washington, ketika dimintai tanggapan terkait rencana Starmer melakukan penataan ulang hubungan ekonomi dengan Beijing, Trump menyatakan, Ya, itu sangat berbahaya bagi mereka untuk melakukan hal tersebut.
Pernyataan Trump ini berpotensi menimbulkan ketegangan di lingkungan Downing Street, mengingat karakter Trump yang kerap tak terduga dan sikap kerasnya terhadap China selama ini. Seorang pejabat Inggris mengungkapkan bahwa pemerintah AS sebenarnya telah mengetahui rencana serta tujuan kunjungan tersebut sejak awal.
Menanggapi komentar Trump, Starmer mengatakan kepada Sky News bahwa Inggris tidak bisa bersikap menutup diri. Menurutnya, China merupakan ekonomi terbesar kedua di dunia dan—bersama Hong Kong—menjadi mitra dagang terbesar ketiga bagi Inggris. Ia menekankan bahwa kunjungan tersebut membuka banyak peluang baru bagi penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kesejahteraan di dalam negeri.
Saat ditanya oleh Tuna55 Breakfast apakah pernyataan Presiden AS tersebut keliru, Menteri Perdagangan Inggris Chris Bryant menjawab tegas bahwa Trump salah. Ia menambahkan bahwa Trump sendiri pernah menyatakan memiliki hubungan baik dengan Presiden Xi Jinping dan bahkan dikabarkan akan berkunjung ke China pada April mendatang.
Usai pertemuan dengan Presiden Xi di Aula Besar Rakyat pada Kamis (29/1), Starmer menyebut hubungan Inggris–China berada dalam kondisi yang solid dan konstruktif. Ia menilai pertemuan tersebut menghasilkan tingkat keterlibatan yang sesuai dengan harapan pemerintah Inggris.
Kami berdialog secara positif dan berhasil mencatat kemajuan nyata, karena Inggris memiliki banyak hal yang dapat ditawarkan, ujar Starmer saat berbicara dalam Forum Bisnis Inggris–China di Bank of China, Beijing.
Ketua Kamar Dagang Inggris di China, Chris Torrens, juga menilai kunjungan Starmer ke Beijing berjalan dengan baik. Ia mengatakan bahwa sudah sewajarnya Inggris memandang China sebagai mitra penting mengingat posisinya sebagai salah satu mitra dagang terbesar.
Setelah dari Beijing, Starmer melanjutkan perjalanan ke Shanghai sebelum terbang ke Tokyo untuk menghadiri jamuan kerja bersama Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi. Kunjungan ini menjadikannya sebagai Perdana Menteri Inggris pertama yang datang ke Beijing dalam delapan tahun terakhir.
Akui Xi Jinping sebagai Sahabat
Starmer tercatat sebagai salah satu pemimpin Barat terbaru yang mengunjungi Beijing dalam beberapa pekan terakhir, seiring upaya mempererat hubungan dengan ekonomi terbesar kedua dunia serta sebagai langkah antisipasi terhadap kebijakan Presiden AS yang dinilai sulit diprediksi.
Sebelumnya, Trump sempat mengancam akan mengenakan tarif terhadap Kanada apabila negara tersebut melanjutkan kerja sama ekonomi dengan China, menyusul kunjungan Perdana Menteri Kanada, Carney, ke Beijing.
Saat menyinggung hubungan Inggris dengan China, Trump menyebut langkah tersebut bahkan lebih berisiko bagi Kanada. Ia menilai kondisi ekonomi Kanada sedang tidak baik dan menegaskan bahwa China bukanlah solusi bagi negara tersebut.
Meski demikian, Trump juga menambahkan bahwa Presiden Xi Jinping merupakan sahabatnya dan mengaku mengenalnya dengan sangat baik.
Sebelum bertolak ke Beijing, Starmer mengatakan kepada Bloomberg bahwa Inggris tidak perlu memilih antara AS dan China. Ia menegaskan bahwa negaranya mampu memperkuat hubungan ekonomi dengan Beijing tanpa merusak kemitraan strategis dengan Washington.
Kami memiliki hubungan yang sangat erat dengan Amerika Serikat dan tentu ingin mempertahankannya, termasuk dalam urusan bisnis, keamanan, dan pertahanan, kata Starmer.
Sebelum komentar Trump disampaikan, Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick menilai kecil kemungkinan upaya Inggris mempererat hubungan ekonomi dengan China akan membuahkan hasil. Trump sendiri mengatakan kepada wartawan bahwa China merupakan eksportir terbesar dunia dan sangat sulit bagi negara lain untuk menembus pasarnya.
Jadi, semoga beruntung jika Inggris mencoba mengekspor ke China. Itu sangat tidak mungkin, ujarnya.
Trump juga mengecilkan kemungkinan akan mengenakan tarif terhadap Inggris, seperti yang pernah ia ancamkan kepada Kanada.