You are currently viewing Duka Mendalam, Jenazah Kapten Andy Tiba di Rumah Duka

Duka Mendalam, Jenazah Kapten Andy Tiba di Rumah Duka

Kapten Andy yang menjadi pilot ATR 42-500

Kapten Andy, Penumpang dari pesawat ATR yang telah jatuh pada Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep,

Sulawesi Selatan saat ini telah ditemukan seluruhnya nyaris hingga seminggu insiden ini telah terjadi.

Proses dalam evakuasi pun juga sudah rampung dilakukan.

Jenazah dari para korban yang juga sudah diterbangkan ke tempat tinggal dan juga kampung halamannya mereka masing-masing.

Termasuk dari jenazah Kapten yang bernama bernama Andy Dahanto, pilot dari pesawat ATR 42-500.

Jenazah Andi juga telah tiba pada rumah duka yang berada di daerah Tangerang pada hari Minggu 25-1-26.

Sebelumnya, jenazah Kapten Andy bersamaan dengan 2 jenazah lainnya yang juga dari pegawai Kementerian Kelautan dan juga Perikanan (KKP)

nantinya akan segera dilepas dan akan diserahkan kepada para keluarga mereka terlebih dahulu

oleh para Menteri KKP yang juga berada di Auditorium Politeknik AUP, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Barulah pada sekitaran pada pukul 11.00 WIB, jenazah akhirnya telah tiba pada rumah duka. Dalam rombongannya tersebut

juga terdapat ada istri dan juga anak-anak para korban yang juga mengikuti. Peti jenazah dari almarhum Andi ini yang juga

masih terbungkus dengan bendera Merah Putih saat telah diturunkan ke dalam rumah duka.

Pihak dari para keluarga juga mengaku, bahwa jenazah tersebut hanya sebentar saja disemayamkan di rumah duka.

Hal ini juga untuk memberikan kesempatan kepada para kerabat dan juga para tetangga,

untuk bisa dalam mengucapkan bela sungkawa mereka dengan secara langsung.

Tidak lebih hanyalah sekitaran 15 menit saja , setelah selesai itu nantinya akan disolatkan di Masjid Al Ijtihad,

kata pihak keluarga yang juga memberikan pengumuman secara langsung di rumah duka.

Semasa dalam hidupnya, Pilot Andy juga dikenal sebagai sosok yang sangatlah cinta keluarga.

Di tengah pada kesibukannya tersebut yang sebagai pilot, Kapten Andy juga sama sekali tidak pernah lupa

untuk mengabarkan kepada keluarganya di mana pada posisinya hari itu. Sebelum terjadinya insiden tersebut terjadi,

Kapten Andy ini sendiri juga masih dalam melakukann video call kepada anak dan juga istrinya pada tanggal 8 Januari pagi.

Andy sendiri juga sama sekali tidak pernah absen untuk melakukan video call dengan para keluarganya

meskipun jadwal penerbangannya itu sangatlah padat. Jika dia sama sekali tidaklah sempat sebelum melakukan penerbang,

dia juga akan selalu menghubungi keluarga dia setelah sudah tiba pada kota Tuna55 .

Itu sangatlah rutin untuk dilakukan hingga puluhan tahun oleh beliau, tidak juga pernah absen,ucapnya.

Leave a Reply